Rabu, 18 Februari 2009

Tips Make Up Al – Muslimah

Tips Make Up Al – Muslimah

Oleh : Sufi_Funky

Agar anda nampak lebih cantik,anggun dan menarik lakukanlah 10 (sepuluh) resep berikut :

  1. Jadikanlah “Gadhul Basyor” (Menundukan Pandangan) Sebagai hiasan kedua mata anda,niscaya anda akan semakin manis.
  2. Oleskan “Lipstik Kejujuran” pada bibir anda, niscaya anda akan semakin cantik dan menawan.
  3. Gunakanlah pemerah bibir pipi anda dengan “Kosmetik Haya”(Malu) yang dijual di took salami man, niscaya anda akan semakin cantik.
  4. Pakailah “Sabun Istighfar” untuk menghilangkan noda dan dosa serta kesalahan yang anda pernah lakukan.
  5. Rawatlah rambut anda dengan “Shampo Jilbab Islami” niscaya anda akan terhindar dari ketombe pandangan laki-laki yang membahayakan anda.
  6. Hiaslah tangan anda dengan “Gelang Tawadhu” (rendah hati) dan jari anda dengan “Cincin Ukhuwah” (Persaudaraan dan Persahabatan) niscaya anda akan banyak teman dan barokah (berkah).
  7. Pakailah “Giwang Mustami” (Pendengar) yang taat kepada ALLAH dan Rosulnyaserta pimpinan yang beriman,dikedua telinga anda niscaya anda akan tambah anggun dan mempesona.
  8. Sebaik-baiknya kalung yang harus anda pakai adalah “Kalung Kesucian” niscaya hidupmu akan tentram dan bahagia.
  9. Pakailah “Pakain Kebesaran Taqwa” dengan menutup seluruh tubuh anda kecuali muka dan kedua telapak tangan,niscaya anda akan lebih anggun dan wibawa, serta terhindar dari nafsu jahat laki-laki yang akan membahayakan diri anda
  10. Gunakanlah “Kaos kaki Da’wah” dan “Sepatu Jihad” niscaya anda termasuk orang yang beruntung dan menggetarkan musuh-musuh Allah.

Demikianlah Tips dari saya,mudah-mudahan anda khususnya kaum hawa (Perempuan) bias melakukannya dengan rasa ikhlas dan disertai iman dan taqwa, mudah-mudahan anda akan selamat didunia dan akhirat.Amin…….amin ya Robbal alamin………..

Rabu, 21 Januari 2009

Pendidikan

Mutu Pendidikan Rendah, yang Salah Siapa?

Oleh: Azam zubaedi

Tidak terasa dalam bulan ini Republik-ku telah berulangtahun yang ke 63. sebuah perjalanan panjang bangsa ini, menapaki hari hari yang penuh harapan. Membangun kejayaan bangsa yang makin lama makin redup seiring perubahan yang terjadi. Kita hidup dalam dunia yang penuh perubahan. Jika kita kita mampu mengelola perubahan itu menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi kita maka dengan sendirinya kita akan tergilas didalam perubahan itu. Perubahan terjadi dimana mana, termasuk dalam dunia pendidikan kita. Dewasa ini Sumber Daya Manusia dituntut mampu berkompetisi dalam dalam dunia global. Membangun sumber daya manusia berkualitas tentu merupakan suatu tantangan tersendiri.
Akhir-akhir ini bangsa Indonesia diperhadapkan dengan sangat terpuruk nya mutu pendidikan, walaupun tidak dapat kita pungkiri dilain sisi terdapat beberapa anak bangsa berhasil mencetak prestasi yang membanggakan bagi kita semua. Tentunya kita tidak dapat berpuas diri dengan hanya mengandalkan beberapa orang saja dari sekian ratus juta jiwa anak bangsa yang hidup di republik ini dalam mencetak berbagai prestasi berkaliber dunia.
Di Nusa Tenggara Timur mutu pendidikan kita sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dengan hasil ujian nasional yang sangat terpuruk dan merosot. Masing-masing orang mulai mencari kambing hitam. Berbagai kesalahan ditimpakan kepada Guru yang tidak cakap mengajar, Siswa yang kurang belajar, Orang tua yang tidak bisa mendidik, lembaga pendidikan yang tidak mampu mengelola sebuah konsep pendidikan yang bermutu, bahkan pemerintah yang dinilai kurang cermat dalam menyusun kurikulum.
Mencermati tulisan saudara M. Hamatara (Dosen Undana Kupang) Kamis tertanggal 7 AGUSTUS 2008 dibawah judul UNAS YANG KELABU Siapa Kambing Hitam? Membuat kita seakan perlu merefleksikan diri untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada dan bukannya kecenderungan untuk saling mempersalahkan juga muncul ditengah tengah kita seperti pandangan para pengamat beberapa waktu lalu antara lain; Prof. Dr. August Benu, MS mengaku sangat kecewa atas hasil seleksi SPMB Undana hal ini menunjukkan bahwa fondasi pendidikan di NTT di tingkat bawah tidak bermutu. Lain lagi dengan pandangan saudara Lebe Laurensius (SMUN 2 Kupang) yang menambahkan, bahwa untuk mengejar mutu pendidikan, tidak hanya menjadi tanggung jawab guru di lembaga pendidikan, tetapi harus didukung kuat oleh orangtua di rumah serta komponen pendidikan lainnya. “Bermutu tidaknya pendidikan seorang siswa itu pertama terletak di tangan para orangtua, karena anak lebih banyak didampingi orangtua. Sedangkan guru dan komponen lainnya hanya beberapa saat saja. Pandangan lain yang mencuat adalah berasal pengamat pendidikan NTT Drs. John Manulangga, M.Ed berpendapat bahwa Pengelola lembaga pendidikan di NTT diharapkan jangan mendidik peserta didik hanya sekadar untuk mendapatkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). Tetapi harus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, agar output yang dihasilkan mampu bersaing di tengah masyarakat.

Mutu Pendidikan

Kesadaran akan pentingnya mutu pendidikan sungguh merupakan tantangan yang tidak ringan. Jikalau kita baru berpikir bahwa kita harus berubah, sesungguhnya kita sudah terlambat untuk itu. Oleh karenanya permasalahan ini harus segera diatasi. Mutu pendidikan yang terpuruk di negeri ini harus kita tekan. Setiap lembaga pendidikan yang ada di republik ini memiliki tanggung jawab besar terhadap mutu pendidikan yang dimulai dari proses pendidikan itu sendiri dan berakhir pada hasil pendidikan yang dicapai.
Berbicara mengenai mutu pendidikan sebenarnya kita membicarakan tentang dua sisi yang sangat penting yaitu proses dan hasil. Mutu dalam “proses pendidikan” melibatkan berbagai input, seperti; bahan ajar (kognitif, afektif, atau psikomotorik), metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru) sarana prasarana lembaga pendidikan, dukungan administrasi, berbagai sumber daya dan upaya penciptaan suasana yang fair dan nyaman untuk belajar. Mutu dalam konteks “hasil pendidikan” mengacu pada prestasi yang dicapai oleh lembaga pendidikan pada setiap kurun waktu tertentu (apakah tiap akhir semester/cawu, akhir tahun, 3 tahun, bahkan 10 tahun). Prestasi yang dicapai atau hasil pendidikan (student achievement) dapat berupa hasil test kemampuan akademis (misalnya ulangan umum dan ujian nasional). Dapat pula berupa prestasi di bidang lain seperti cabang olah raga, seni atau keterampilan tambahan tertentu misalnya: komputer, beragam jenis teknik, jasa. Bahkan prestasi lembaga pendidikan dapat berupa kondisi yang tidak dapat dipegang (intangible) seperti suasana disiplin, keramahtamahan, keakraban, saling menghormati, kebersihan, toleransi, dsb. Antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan satu sama lainnya, akan tetapi agar proses pendidikan dapat bermutu dan tepat sasaran, maka mutu dalam artian hasil (ouput) harus dirumuskan lebih dahulu oleh Lembaga Pendidikan. Lembaga Pendidikan wajib menetapkan target yang jelas untuk dicapai setiap tahun atau kurun waktu tertentu. Berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu-hasil (output) yang ingin dicapai. Dengan kata lain tanggung jawab lembaga pendidikan dalam memperbaiki mutu pendidikan bukan hanya pada proses pendidikan saja, melainkan lebih dari pada itu adalah pada hasil yang dicapai.
Untuk mengetahui hasil/prestasi yang dicapai oleh lembaga pendidikan ‘ terutama yang menyangkut aspek kemampuan akademik atau “kognitif” dapat dilakukan benchmarking (menggunakan titik acuan standar, misalnya : NEM oleh PKG atau MGMP). Evaluasi terhadap seluruh hasil pendidikan pada tiap lembaga pendidikan baik yang berdasarkan titik acuan standar (benchmarking) maupun kegiatan ekstra-kurikuler dilakukan oleh individu lembaga pendidikan sebagai evaluasi diri dan dimanfaatkan untuk memperbaiki target mutu dan proses pendidikan tahun berikutnya.

fotone aku......



Azam Zubaedi Al-Kurtubi

azam zubaedie blog

Namaku AZAM ZUBAEDI,saya seorang karyawan swasta disebuah CV.Yang bergerak dibidang Kontraktor
dan sekarang sedang mengikuti program beasiswa dari pemerintah(kuliah gratis) disebuah perguruan tinggi di kota Tegal.Upz....oya saya juga sedang mengikuti sekolah Direktur,Mungkin ini dulu profil saya.....